Sensasi Unik Naik Ferry Pertama Kali dan Sehari yang Panjang di Bali - Jejak Biru
News Update
Loading...

Minggu, 24 Juni 2018

Sensasi Unik Naik Ferry Pertama Kali dan Sehari yang Panjang di Bali



 Dunia  selalu memiliki hal unik yang mampu menyulap setiap mata dan terpukau memandangnya. Seperti halnya liburan sekolah yang merupakan idaman setiap siswa untuk menjadi pelarian akan pelajaran yang banyak nan cukup mematikan. 

Liburan identik dengan hal-hal yang berbau wisata eksotisme, walau tak jarang, banyak orang yang malah berbaring dengan tenang. Banyak orang mengenalku sebagai pribadi yang selalu cinta akan perjalanan, namun percayalah setiap langkahanku merupakan sebuah keluhan yang terbilang unik untuk diceritakan.

Berbicara unik, jejak rekam perjalananku kali ini terbilang cukup unik. Banyak sekali keunikan yang mampu menjadikan perjalanan yang memiliki sensasi yang berbeda. Sehingga sangat susah untuk terlupakan dari ingatan.

Bali, seakan menjadi ikon wisata yang sangat familiar di kalangan wisatawan  domestik hingga mancanegara. Itu dikarenakan, pulau dewata ini merupakan tempat yang memiliki keunikan dan keberagaman budaya yang tumbuh subur didalamnya. Sehingga, Bali menjadi magnet untuk menginjakkan kaki disana bersama kedua temanku yang lain.

  Ngetrip Low Budget  


Pelajar harus mampu membangun sendiri ventilasi pendidikan yang mampu mengatur keluar masuknya tingkat jenuh saat belajar. Sehingga, trip Low Budget menjadi sasaran empuk pelajar sepertiku untuk mengistirahatkan pikiran sejenak. Karena dengan pengeluaran yang tidak terlalu mahal, seorang pelajar bisa melihat belahan dunia yang terasa asing sebelumnya. 

Kami hanya membutuhkan 15.000 rupiah untuk perjalanan menggunakan kereta api dari Jember menuju Banyuwangi. Lalu, tiket dan tiket pergi sebesar 7500 rupiah. 


 Perjalanan yang penuh kesan pertama  

Kesan pertama adalah kunci apakah seorang ingin mencobanya lagi atau bahkan tidak. Banyak sekali kesan pertama yang menjadi bumbu penyedap perjalananku. 

☃️ Pertama kali naik kapal feri 

Ketika susunan perjalanan telah tertata rapi, aku dan kedua temanku sudah berkumpul di stasiun untuk berangkat menuju Banyuwangi. Di setiap bayangan kaca jendela, terasa bahwa selama ini aku telah sangat rapuh dalam menyusuri wisata negeri. Mengisi setiap detik perjalanan dengan sendal gurau, hingga tibalah kami di stasiun terakhir, Banyuwangi. 



Tanah ini belum pernah kujamah sebelumnya, beruntung temanku, Lutfi mengerti sedikit tentang Banyuwangi, sehingga kami langsung berangkat menuju pelabuhan yang tak jauh dari tempat kereta api berhenti. 

Di pelabuhan Ketapang, tepatnya aku menuju ke loket dimana kami bertiga bisa membeli tiket untuk menaiki kapal ferry. Tiketnya terbilang cukup murah menurut kantong pelajar.


Tempat Pemesanan 


Lalu, kami pun dibuat terpana dengan pemandangan yang belum pernah kulihat sebelumnya, begitu rapinya kapal ferry yang berjejer dan berbaris untuk mengantarkan penumpang membuat kami terkagum-kagum.  Langsung saja kami menaiki kapal ferry tersebut, karena ingin merasakan sensasi unik saat pertama kali naik kapal ferry.

Dan sesampainya didalam, kami menikmati indahnya biru laut yang terhampar luas, selain itu juga semilir angin yang turut menemani kapal ferry yang sudah mulai berlayar.

Kapal ferry yang kami naiki tidak terlalu besar, namun cukup untuk bersenda gurau bersama teman-teman. Disini, terdapat kursi yang tertata tapi, serta semua perlengkapan ditata secara lengkap. 



Dan saat menaikinya aku pribadi sedikit panik, namun beruntung semakin lama, ombak yang menghampiri kapal kami semakin stabil. 

Poin serunya adalah disini kita semakin bisa mengetahui lebih jauh seperti apa dunia bahari dari atas permukaan, juga pemandangan biru yang terhampar luas, membantu pikiran untuk bisa tertata ulang, dan segar seketika. Tentunya momen ini harus tertangkap kamera untuk bisa terkenang.



Selain itu, suasana berombak dengan suara hantaman-hantaman kecilnya menggema seisi ruangan. Ketenangan inilah yang membuatku nyaman menikmati indahnya laut, sembari beristirahat sejenak.



2 jam berlalu begitu cepatnya. Kami bertiga turun, kemudian langsung menuju tempat yang bernama Bali ini.

☃️ Mengunjungi Bali untuk Pertama Kalinya

Untuk pulau Bali sendiri, kami hanya meninggalkan jejak di Kabupaten Jembrana, untuk sekadar berswafoto dan mengambil beberapa potret alam yang begitu indah menawan.

Kulihat kanan kiri jalan, sangat indah dan begitu instagramable menurutku. Di setiap sisinya merupakan keindahan klasik yang tiada tara. Dan saat itu, aku mulai berpikir bahwa aku bersyukur, diberi kesempatan untuk mengunjungi pulau dewata ini. 



Ketika turun dari kapal ferry, kami langsung melihat penyelam di sekitar kapal. Dan air laut ya pun terlihat jernih, sehingga kita mampu melihat ikan-ikan yang berenang ria. 

Di Bali, banyak sekali hal yang bisa dilakukan, mengambil foto dengan sudut pandang yang sangat mewah, membuat kita seakan-akan telah menempuh banyak sekali tempat unik di seluruh dunia. 


  Spot Unik di Jembrana  









Juga kalian bisa mengabadikan momen di taman siwa, dimana terdapat patung siwa yang sangat besar, dan dikelilingi taman yang sangat menarik.

 Kesimpulan 

Keindahan suatu pulau tak akan tereksplorasi dengan baik jika kita tak langsung melintasinya. Dan menggunakan kapal ferry, adalah alternatif terbaik untuk bepergian. ASDP Ferry Indonesia memiliki tingkat keamanan, kenyamanan, yang mampu membuat pengunjung merasa nyaman.

#AsyiknyaNaikFerry,
Comments


EmoticonEmoticon


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done