Cara Travel Blogger Dapet Duit - Jejak Biru
News Update
Loading...

Sabtu, 24 November 2018

Cara Travel Blogger Dapet Duit


Halo teman-teman ? Kali ini, aku akan menjelaskan bagaimana sih caranya Travel Blogger dapat uang / bonus jalan-jalan ? Plus bonus tips nya nih, dari salah satu Travel Blogger nasional yang profesional. Disimak baik-baik ya...

Saya pribadi menulis artikel ini, karena ada salah satu pembaca yang mengirim pesan via email, gimana sih kok bisa dapet uang ? Bukannya jalan-jalan malah ngabisin uang ? Di artikelku sebelumnya ada tentang Serunya Menjadi Traveler Jaman Digital sempat sedikit disinggung, tentang hal itu. Di artikel ini, aku akan membahasnya dari sudut pandang aku sendiri ya..

Dapet duit dari mana ?


Oke, pertanyaan yang bagus. Kalo untuk menjadi Travel Bloggernya sendiri, banyak sekali cara untuk mendapatkan uang hanya dari jalan-jalan. Banyak banget caranya. Tapi, kalian harus menggaris bawahi untuk menjadi Blogger sendiri tidak serta merta tiba-tiba dapet uang. Mustahil.

Jadi kalo kalian emang dasarnya nggak suka nulis, juga nggak suka traveling, mending minggir saja, karena takut kalian berorientasi pada uang. Aku sering mendengar istilah dari Blogger senior, 

Menulislah karena hati, bukan karena materi. Sepertinya kata-kata seperti itu tajam, namun mampu mengembalikan tujuan awal kita ngeblog.

Ya, kalian bisa mengukur sendiri, masuk kedalam golongan newbie, Blogger active, bahkan Blogger profesional. Pengelompokan tersebut sangat menentukan tentang seberapa maksimal penghasilan kita. Setidaknya ada 4 cara menghasilkan uang dari ngetrip

1. Adsense

Sylent

Travel Blogger tau banget caranya untuk bisa menyisipkan iklan adsense di blognya dengan sistematis, sehingga semakin banyak dan semakin terkenal dirinya, maka semakin tinggi pula penghasilannya, karena adsense ini dihitung dari per klik nya, juga per seribu pengunjung.

2. Content Promotion

Content Promotion ini sangat luas banget. Seorang Travel Blogger diminta untuk menuliskan pengalaman traveling, atau bahkan diajak untuk keliling tempat wisata dan itu dibayarin sama klien. Mas mirwan contohnya (Blog : mirwans.com) nah, kemarin aku sempet sharing-sharing di whatsapp, perjalanan terjauh yang dibiayai full akomodasi kemana, mas ?

"ke NTT" katanya. Wah, bisa dibayangkan, pulau yang eksotis, padahal lumayan jauh, beda pulau dengan mas mirwan yang ada di wilayah Sumatera, bisa dibiayai full akomodasi oleh kliennya. (klien tidak bisa disebutkan, karena ada kerahasiaan yang harus dijaga). Nah, lumayan kan tuh.. Jadi ya kalau klien cocok dengan profil kita, tulisan kita, "kok enak dibaca ya tulisannya" misalnya, maka semakin condong juga untuk memilih kita.

Selain diundang untuk ngetrip dan mengulas keindahan alam, content promotion juga bisa berupa artikel placement, jadi klien punya artikel-artikel yang harus diupload di blog kita, dan itu dibayar. Untuk nominalnya nggak nanggung-nanggung, mulai dari 150 ribu - 1 jutaan satu artikel, sesuai kualitas. Wah, lumayan nggak tuh. Inget, sesuai kualitas ya... Semakin baik penulisan wisata di blog kalian, semakin tinggi pula bayaran yang diterima.

3. Endorsement


Mas mirwan juga sering berkata padaku, bahwa kanal-kanal sosial media harus diaktifkan. Karena, biasanya jika konten Instagram kita, misal, bagus banget, feednya tertata rapi. Klien mana yang nggak melipir untuk menjadikan kita brand ambassador untuk kepentingan campaign mereka.

Jadi biasanya yang dilihat, seberapa populer kalian di media sosial. Karena ini berkaitan dengan jangkauan. Jika klien memilih orang yang tepat untuk melakukan endorsement, maka brand awareness (ketertarikan orang lain terhadap brand tersebut) meningkat, sehingga meningkat pula pendapatan mereka. Sampai sini faham, kan ?

4. Paid event

Kemudian, selanjutnya ada paid event. Sistem ini masih merata pada Blogger ibu kota, namun di blogger daerah, masih banyak brand yang kurang sadar akan pentingnya Blogger. Di jakarta misalnya, seringkali ada event famtrip yang diadakan oleh beberapa perusahaan, sampai dinas pariwisata juga, sampai ada lomba on the spotnya, itu semua sangat membantu finansial Travel Blogger.

Selain kita seru-seruan, nyemil sepuasnya, dan itu dibayar. Namun, kembali seperti tadi. Klien akan menyaring, Travel Blogger dengan kriteria tertentu, misal Harus follower Instagram sekian, DA PA skor minimal sekian, biasanya juga akan diinfokan berapa uang yang bisa didapat ketika selesai acara.

Nambah temen, nambah wawasan, nambah uang jajan. *eh....

Proses dilirik Brand Lama nggak, sih ?


Lama. Mempromosikan blog atau media sosial itu butuh waktu dan konsistensi. Bukan dicapai dengan sesuatu yang instan. Nih ya, tak bocorin.. Brand umumnya memberikan brief kerjasama dengan ada ketentuan misal umur domain minimal sekian bulan, semakin lama, semakin baik, juga menghasilkan satu demi satu konten yang berkualitas juga lama, kan ?

Menulis tempat wisata Papuma, misal. Kan nggak langsung merem, lalu muncul tulisan, nggak kan ? Harus riset dulu, berkunjung, amati, lalu tulis sejujur-jujurnya. Tentu pembaca bisa merasakan 'tone' yang berbeda antara Blogger asal-asalan, dengan Blogger yang selalu mengupgrade kemampuannya dari hari ke hari.

Nah, ada satu tips dari mas Mirwan untuk para Travel Blogger yang ingin bisa mendapatkan penghasilan juga.

Tips dan Trik


Jadi Travel Blogger yang Beda.
Kalo aku lihat dari blognya mas mirwan, emang bagus banget, apalagi desain artikelnya yang dibuat mirip seperti majalah. Jadi saat kita buka beberapa artikelnya, serasa baca majalah tentang traveling (natgeo)

Ini mungkin yang dinamakan keunikan atau hal yang membedakan diri kita dengan orang lain. Jangan mau nulis sama dengan orang lain. Cari sudut pandang yang berbeda, sering riset, sering temukan pengalaman yang unik, karena bisa jadi klien melihat ada potensi yang bisa dikembangkan.

Selain itu juga, bikin Feed Instagram yang menarik. Punya Instagram itu diopeni (dirawat) jangan biarkan sampai berdebu. Ditata, feed dan tone color nya seperti apa, apa seperti Instagram @si.rori yang feednya dirancang putih, dengan tone color yang seragam (biru-putih-merah muda)
Dengan merapikan feed Instagram kita, maka akan menimbulkan kesan profesional alias nggak main-main dalam memberikan konten dalam akun media sosial kita.

Inget, yang terpenting kalian menulis dan traveling bukan karena tuntutan uang, tapi karena menulis itu suatu panggilan. Berbagi, memberikan edukasi kepada orang lain, itu adalah hal yang menyenangkan, dan anugerah terbesar. Uang dan akomodasi, itu hanya bonus kerja keras kita selama ini.

1 komentar


EmoticonEmoticon


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done