Bisnisku Harus Maju di Tahun 2019 - Jejak Biru
News Update
Loading...

Minggu, 10 Februari 2019

Bisnisku Harus Maju di Tahun 2019

Revolusi Industri Keempat adalah sebuah kondisi pada abad ke-21, ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi.[1] Revolusi ini ditandai dengan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang, khususnya kecerdasan buatan, robot, blockchain, teknologi nano, komputer kuantum, bioteknologi, Internet of Things, percetakan 3D, dan kendaraan tanpa awak.


Dunia digital saat ini sudah merujuk pada era digital 4.0 dimana semua kegiatan manusia bergantung kepada penggunaan teknologi. Semuanya serba teknologi bukan ? Mulai dari melakukan kegiatan fisik, sampai melakukan metode peningkatan intelektualitas semuanya memanfaatkan dunia teknologi, lebih tepatnya dunia digital. Dengan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat milenial saat ini, menjadikan dunia online sebagai sarana yang tepat dalam mempromosikan sebuah bisnis kepada halayak luas.

Temanku contohnya, dalam mempromosikan salad, menggunakan sosial media sebagai media untuk menampilkan list jualannya
Saya berhasil mengumpulkan riset, bahwasanya di Indonesia mayoritas membeli 5 barang yang laris dijual, versi liputan6, fashion dan gadget mendominasi persentase peminatnya, sehingga, kita harus bisa memilah-milih barang yang sesuai dengan budget pembeli. Terlebih lagi, saat ini masyarakat mulai melakukan perpindahan mindset secara besar-besaran, untuk menjadi masyarakat digital yang bijak.

Dari kelima barang populer tersebut, produk kosmetik dan kecantikan menempati posisi teratas dengan peminat yang sangat banyak di Indonesia. Namun, siapa sangka jika produk tersebut malah mayoritas merupakan barang impor gelap, yang tidak berstandar SNI. Seperti yang sudah dinyatakan oleh Tulus Abadi, ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengungkapkan bahwa produk yang tidak memiliki standar SNI maka bisa dikategorikan produk ilegal yang diselundupkan oleh importir, dan bisa dimintai pertanggung jawaban secara hukum.

Kedepannya, penetapan SNI bagi produk impor akan semakin digalakkan, mengingat saat ini masih dalam bentuk sukarela, agar masyarakat bisa selamat dari benda-benda produksi yang membahayakan kaum hawa, yakni kosmetik.

Pada tahun 2017, produk kosmetik yang ilegal, lebih banyak, yakni tercatat 1,25 juta produk kosmetik ilegal, yang disita oleh BPOM, karena dinilai membahayakan dimana angka tersebut lebih besar dibanding dengan beredarnya kosmetik legal dan terdaftar secara resmi.

Seperti berita yang dilansir dari news.detik.com, bahwa pada 15 februari 2018 silam, BPOM menggrebek rumah produksi ilegal yang sudah beroperasi sejak 1 tahun yang lalu, namun ilegal, dikarenakan bahan dasar produk kosmetik ini sangat berbahaya, yakni merkuri dan pewarba (pewarna berbahaya). Karena saya sendiri masih awam masalah merkuri, saya langsung browsing seperti apa merkuri itu, dan kenapa banyak yang menjadikan barang ini sebagai bahan pembuatan kosmetik ?

Setelah saya telusuri, merkuri adalah zat air raksa yang bisa untuk memutihkan kulit. Namun, pemakaian secara terus menerus akan membuat efek pigmentasi secara permanen. Ini sangat berbahaya, akan menimbulkan banyak sekali efek samping, mulai dari iritasi berkepanjangan, kulit rusak, hingga menyebabkan kanker. Sehingga, sangat berbahaya untuk kulit, terlebih kulit wanita yang sangat sensitif.


 Untuk harganya sendiri, sangat-sangat murah. Mereka mematok harga 20.000 rupiah untuk 1 paket kecantikan berisi 12 produk, dan dari situ mereka bisa meraup keuntungan hingga 50-100 juta rupiah per minggu. Diduga, praktek transaksi barang haram ini dilakukan via online shop.

Menurut riset berdasarkan data-data yang akurat, dipaparkan bahwasanya konten komersil yang populer dibuka masyarakat Indonesia adalah online shop. Benar saja, persentase penggunanya mencapai hingga 62% dari jumlah penduduk Indonesia, atau sebanyak 82,2 juta pengguna

Nah, aku pribadi punya opini nih, bagaimana aku bisa membangun bisnis plan di tahun 2019 ini. Yakni aku akan menjembatani bisnis yang sedang aku rintis, apalagi lebih mudah dengan  B2B Marketplace, media sosial dan situs situs blog Lainnya.
Comments


EmoticonEmoticon


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done