Minggu, 12 Mei 2019


Vaksin difteri bisa diberikan kepada siapa saja. Tapi, apakah boleh wanita sedang haid mendapatkan vaksin difteri?

Ada banyak mitos ketika wanita sedang haid. Salah satunya adalah, apakah wanita yang sedang haid atau menstruasi boleh mendapatkan vaksin difteri?

Biasanya, saat wanita sedang haid, banyak efek samping pada tubuh yang dialami. Mulai dari badan lemas, nyeri di beberapa bagian tubuh, nyeri di bagian perut. Kondisi-kondisi tersebut mungkin memunculkan pendapat bahwa dalam kondisi tersebut wanita tidak disarankan untuk melakukan vaksin, termasuk vaksin difteri.

Ada kaitan antara haid dengan vaksinasi?
Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, sebenarnya tidak ada larangan secara medis untuk wanita mendapatkan vaksinasi difteri. Ini berlaku juga untuk vaksinasi lainnya. Sebab, tindakan vaksin dan kondisi wanita yang sedang haid merupakan kejadian yang tidak berkaitan.

Proses haid itu terjadi di dalam rahim. Dalam fase itu terjadi peluruhan dinding rahim apabila tidak terjadi pembuahan. Sementara itu, vaksinasi merupakan suatu tindakan memasukkan kuman yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit.

Perlu diperjelas, jika sesudah dilakukan suntik vaksin terdapat reaksi seperti demam, penyebabnya bukan karena sedang dalam kondisi haid, melainkan efek samping dari vaksinasi itu sendiri. Kondisi ini dapat terjadi pada semua orang saat sedang haid atau tidak.

Menurut penjelasan dr. Dyah, dalam dunia medis terdapat kontraindikasi terhadap vaksinasi. Kondisi haid bukan merupakan salah satu kontraindikasi vaksinasi.

Kontraindikasi terhadap vaksinasi adalah suatu keadaan yang sangat jarang terjadi pada seseorang, yang mana dapat terjadi peningkatan risiko terjadinya efek samping. Kontraindikasi pemberian vaksinasi ada tiga, yaitu:

Terjadinya defisiensi imun (daya tahan tubuh menurun)
Memiliki riwayat syok anafilaktik (serangan reaksi alergi yang tergolong berat)
Jangan memberikan vaksin DPT pada anak dengan kejang berulang atau pada anak dengan penyakit saraf

Jadi, kaum wanita tetap boleh mendapatkan vaksin meski sedang haid atau menstruasi. Jika ada informasi yang Anda ragukan kebenarannya, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter.

Faisol Abrori

Jejak Biru . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates