Destinasi Keren, dan Traveloka Xperience - Jejak Biru
News Update
Loading...

Kamis, 10 Oktober 2019

Destinasi Keren, dan Traveloka Xperience


Belum pernah terbayang bisa melihat candi dengan mata kepala sendiri. Terlebih di tempat yang jauh dari domisiliku, Jember. Rombongan MAN 1 Jember yang hendak berangkat pada Sabtu, 24 Februari 2018 itu mengalami keterlambatan beberapa jam, karena hujan deras dan banyak peserta yang belum hadir.

Untuk study tour kelas XI kali ini, separuh lebih anggota kelasku ikut bersama, dan selebihnya lebih memih di rumah saja. Perjalanan Jember-Jogja cukup lama, karena kami sempat beberapa kali berhenti untuk melakukan sholat jama' Qashar, maupun makan bersama.

Di tengah perjalanan, teman-teman yang sedari tadi sibuk menyanyi hendak meramaikan bis 5 yang kami naiki, sontak hening seketika saat saya melihat jam di HP, yang menunjukkan pukul 12.00 malam. Tentunya tidur +10 jam di bis sangat tidak nyaman, terlebih sepatu yang basah karena hujan kemarin.

Spot 1 : RM Kampung Ulu


Bangun tidur, sepertinya nggak afdhol kalo belum mandi. Spot pertama yang kita singgahi yakni Rumah Makan Kampung Ulu, Borobudur, Jogjakarta. Sebelumnya, di WAG sempat ada perdebatan sengit ya, teman-teman yang mengatakan bahwa Borobudur itu di Magelang. Dan lumrah wisatawan menyebut letak Borobudur di Jogja.

Waktu yang dibutuhkan nggak lama lah, karena antrean nggak terlalu panjang juga, jadi bisa langsung mandi di kamar mandi yang disediakan. Lepas itu, kami semua langsung makan prasmanan bersama. Cuma rasanya, saya 'aneh' sendiri karena tidak memakai baju seperti teman-teman, dan jujur, waktu itu mangkel banget sama yang mengkoordinir baju sekelas, cuma ya coba bersabar aja saya.

Alamak... Kemarin saya dibully habis-habisan di grup WA, dan saya disuruh untuk berfoto sama arca, ya, berhubung disini ada beberapa patung, cukup mantep lah, buat rame-rame di grup.

Spot 2 : Borobudur


Ini spot yang sangat saya tunggu-tunggu. Karena ini adalah kali pertama saya bisa melihat secara live seperti apa bentuk Candi yang selama ini hanya bisa lihat di layar HP.

Candi yang dibangun pada dinasti syailendra ini berukuran 123×123 m dengan tinggi 42 m terbentuk dari balok-balok batu andesit yang saling mengunci. Di Borobudur, saya sempat mengelilingi bangunan bersejarah ini selama kurang lebih 3 jam, dari jam 07.00-10.00, dan waktu-waktu itu kita pakai untuk berselfi ria, dibawah terik matahari yang menyengat.

Spot 3 : Museum Merapi


Letaknya cukup jauh dari Borobudur, kurang lebih 1 jam, dan saya tertidur pulas didalam bis. Dan setiap kali teman-teman menyebut nama Museum Merapi, saya jadi teringat mbah Marijan yang meninggal saat letusan gunung merapi.

Tak butuh waktu lama, kami pun segera masuk berbondong-bondong, namun di stop karena batas yang sudah maksimal, jadi saya masuk kloter ke 2, ah.. Menyebalkan.. Dari luar, nampak museum ini sangat besar nan tinggi terlebih warnanya yang "Merapi Banget" membuat teman-teman merasa merinding, entah apa saja yang akan dimuseumkan didalam.

Didalam, ada miniatur daerah yang masih dalam jangkauan merapi. Lalu, masuk ke bagian yang lebih dalam, ini lebih ekstrem, ada foto aktivitas merapi dari tahun ke tahun, yang terakhir letusan terbesar merapi pada tahun 2010 silam. Setidaknya, ada lebih dari 100 kali merapi meletus. Woah...

Ada juga tester gempa. Ini gambaran kecil gempa yang akan terjadi, dengan skala richter yang cukup lumayan besar, hingga menggoyangkan lampu yang terpasang. Ada dokumentasi korban akibat gunung merapi, dan masih banyak lagi.

Spot 4 : Hotel Sartika


Kalau bermalam di kota orang, harus menginap lah ya, hehehe. Disini, kami sudah terbagi menjadi beberapa kelompok yang tinggal dalam setiap kamar. Disini kita semua merebah, melepas penat, setelah seharian dibawa keliling untuk mencari ilmu dari objek wisata.

Sekaligus mengumpulkan tenaga yang cukup, karena nanti malam, sebelum sholat isya', kita harus ada di malioboro.

Spot 5 : Malioboro


Hanya dengan membayar Rp. 10.000, kita bisa menaiki bentor, bersama beberapa anak lainnya. Yah, namanya juga anak-anak, mainnya ya balapan becak. Dan we have fun together. Dan kita diturunin di alun-alunnya. Disamping jalanan, warung-warung penjaja cindera mata berderet memadati jalan kami.

Tiba-tiba, bawaannya pengen belanja terus. Saya sempat berbelanja baju, daster, dan cindera mata untuk dijadikan oleh-oleh. Ternyata, kami masih bingung. Dimanakah gerangan malioboro yang sesungguhnya ? Ternyata masih jauh.. Jauh banget. Dan kita semua jalan kaki untuk sampai disana.

Sesekali kami berdiam sejenak untuk menahan penat di kaki ini. Dan setelah sekian lama kami berjalan, bertemulah di ujung jalan bertuliskan "Jl. Malioboro" dan banyak orang yang berfoto dibawah plang itu. What ? Setelah dari tadi kami berjalan ternyata untuk foto disini ? Ajaib sekali. Walaupun ada rasa sesal tersendiri, tapi cukup dibawa senyum aja sih.

Spot 6 : Studi Kampus UIN Sunan Kalijaga


Setelah tadi malem berlelah-lelahan menyusuri tempat misteri yang bernama Malioboro, kami diajak untuk study kampus dan karena saya jurusan agama, maka tujuan kami yakni UIN Sunan Kalijaga.

Niat saya ingin bisa bertemu dengan P' Marina, mahasiswi Fakultas Fishum asli Thailand, namun tanpa ada kabar dan cukup membuat saya kecewa sih.. Namun, jangan terlalu dipikirin, karena disini kita akan belajar bersama dengan Dekan dan wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang cukup berbobot banget pembicaraan kami semua.


Pertama, dihadiri oleh wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Dr. H. Fakhrudin Faiz, S. Ag, M. Ag, dan di tengah sesi, pak Dekan akan menyusul, karena sedang ada jadwal mengajar.

Kami semua dibuat kaget, lantaran ucapan Ust. Faiz, dalam sambutannya : "Saya dulu pada tahun 1990 pernah memakai seragam yang sama seperti yang adek pakai saat ini, ya, saya alumni MAPK MAN 1 Jember". Sontak seisi ruangan riuh dengan tepuk tangan teman-teman, karena merasa kakak kelasnya telah menjadi orang penting, yang kini tengah berbicara dihadapan mereka.

Disini juga dijelaskan tentang 5 prodi yang ada di Fakultas Ushuluddin, yakni Al Qur'an tafsir, Hadist, Aqidah + Filsafat, Studi agama, dan Sosiologi agama. Dan di sesi tanya jawab, teman-teman juga ada yang aktif bertanya, yang rata-rata mereka menanyakan beasiswa untuk bisa sekolah di UIN Sunan Kalijaga ini. Ada beberapa beasiswa yang dijelaskan,.misal bidikmisi, PBSB (Pendidikan Beasiswa Santri Berprestasi)

Yang diakhiri dengan motivasi-motivasi yang meningkatkan semagat kami untuk bisa menstabilkan rapot.

Spot 7 : Wisata Kraton

Explorewisatajogja.com

Di kraton, seperti ada adat yang masih melekat, dan kita masih belajar beradaptasi dengan adat tersebut, misal saya dilarang untuk memakai topi di wilayah kraton, yah 2 kali sih saya lupa kalo topi itu masih nempel, akibatnya, yah abdi dalemnya kayak agak marah gimana gitu, sama saya.

Hehehehe, tapi pulang dari situ, sempet mampir buat beli buku sih, yang lumayan murah-murah, alias banting harga.

Spot 8 : Candi Prambanan


Candi Prambanan memiliki kenangan tersendiri bagi beberapa kalangan, terutama untuk teman satu kelas aku, karena di saat kami duduk di kelas 2, kan ada studi wisata tuh, nah kami berkunjung kesana, oke aku tulis sebersit kenanganku disana ya, sekaligus ini adalah pengalaman pertama kali melihat candi prambanan secara langsung.

Jauh-jauh hari sebelumnya, pihak sekolah sudah memutuskan untuk murid kelas 2 MAN 1 Jember, studi wisata ke Yogyakarta, dan spot-spot yang akan kita kunjungi itu banyak banget, ada candi borobudur, museum merapi, salah satu spot wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah candi prambanan. Kenapa aku bilang begitu ?

Karena Candi Prambanan atau biasa disebut juga dengan Candi Roro Jonggrang itu merupakan kompleks candi hindu terbesar di Indonesia (menurut Wikipedia) ini menarik sekali untuk dikunjungi, dan melihat bagaimana bentuk pahatan - pahatan arca disana, juga Bagaimana penataan candi hindu tersebut, ini yang menurutku sangat spesial. Situs peninggalan bersejarah ini juga mendapat pengakuan UNESCO untuk menjadi salah satu situs warisan dunia, dan salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Letaknya berada di kecamatan prambanan, Sleman dan kecamatan prambanan, Klaten. Dan ini kalau tidak salah spot terakhir yang kita kunjungi sebelum pulang ke Jember. Oh iya, di halaman candi prambanan ini tersebar bebatuan mungkin candi-candi yang runtuh, jadi dikumpulkan di halaman.



Nah, untuk kalian yang ingin mengunjungi destinasi ini bisa juga loh, menggunakan traveloka experience, harganya hanya 25 ribu per orang menurut salah satu pembeli.

Traveloka Xperience #XperienceSeru
Next
This Is The Current Newest Page
Comments


EmoticonEmoticon


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done